Jumat, 21 Mei 2010

Semangat Mbah Sarwi

Kukenal Mbah Sarwi sebagai pedagang sayur di Pasar Minggu.Aku memang sering berbelanja sayur ke sana, sembari perjalanan pulang dari Jakarta ke Depok. Usianya mungkin sekitar 65 tahun. Tubuhnya ringkih dibalut kain kebaya. Memang tampak sederhana karena Mbah Sarwi tidak memiliki perhiasan yang layak untuk dipamerkan. Kalaupun ada yang berharga, hanyalah sepasang anting emas di telinganya. Sementara ditangan kirinya terjuntai dua buah gelang karet berwarna kuning.

Tapi aku sangat menghormatinya karena Mbah Sarwi adalah guruku: Guru yang membukakan mataku tentang sisi lain kehidupan, mengajariku tentang arti kepasrahaan kepada Tuhan juga semangat pantang menyerah. Biasanya aku hanya memberikan uang kepada Mbah Sarwi, sembari mengatakan rencana sayur yang akan kubuat. Dengan cekatan beliau memilihkan sayur kepadaku.

Pernah aku bertanya, apakah Mbah Sarwi tidak merasa takut bersaing dengan supermarket, hypermarket bahkan pedagang lain yang menjadi saingannya? Beliau hanya menjawab bahwa rizki kuwi wis ono sing ngatur, ono dino yo ono upo. Pernah sesekali aku berpandangan negative bahwa mungkin sikap beliau adalah cermin sebuah keterbelakangan, moral peasant. Menurut Samuel W. Popkin (?), seorang petani lebih bodoh dari buruh, sehingga dianalogikan bahwa petani akan berteriak adanya banjir apabila air telah mencapai leher. Dan Mbah sarwipun mungkin baru akan menyadari kekeliruannya setelah modalnya habis dan bangkrut.

Akan tetapi sekitar dua tahun aku berlangganan, tidak kutemukan sebuah kemunduran. Bahkan kini Mbah Sarwi bisa membeli sebuah timbangan. Biasanya beliau meminjam timbangan dari pedagang sayur disampingnya. Beliau juga berceritera bahwa beliau habis menjenguk keluarganya di Madiun, karena cucunya dikhitan. Dan beliau merasa bersyukur karena Tuhan terus memberikan berbagai kebahagiaan di penghujung usianya.

Jawaban-jawaban Mbah Sarwi memang membuatku mati langkah. Kepasrahannya kepada Tuhan, mengalahkan ceramah para agamawan yang kadang harus menetapkan tarif bagi mereka mengundangnya. Kegigihannya dalam berusaha, mengalahkan kaum pengusaha yang terbukti hanya bisa menjual lisensi dan praktek monopoli.

Hukum Tuhan memanglah misteri. Orang yang kita pandang lemah, justru sebenarnya adalah orang yang kuat. Banyak orang kaya yang justru merasa khawatir tentang hartanya serta banyak orang berilmu merasa khawatir akan wibawanya.

Source : http://www.sofilmendo.com/2012/04/cara-memasang-iklan-adsense-di-tengah.html#ixzz1t48hubMw

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Followers

Geo Toolbar


counter Search Engine Submission - AddMe Free Auto Backlink Generator Google PageRank Checker

Free Auto Backlink Free Automatic Backlink Indonesian Blogger Computers
tandblekning hemma Top Blogs Family Blogs
Best Blogs Growth and Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory blogarama - the blog directory Backlink Lists|Free Backlinks | From www.upahkita.blogspot.com!---Script By Januar Anas--->

Banner Sahabat


Edit Foto Online

tutorial ilmu grafis indonesia
ilmugrafis indonesia

Zona-Klik


Seo Tutorial Blogger Heryan Tony aleet business blog Serba Blog AGUSTOMY.BLOGSPOT.COM BOOK ONLINE
BOOK ONLINE
COMPLETE - All in One Blog

Tips & Tutorial

Sumber: http://bukanisapanjempol.blogspot.com/#ixzz0sgtj3OrJ
Photobucket


emo http://img819.imageshack.us/img819/8314/barnersontaman.gif legitimatepaidtoclickinfo
Universitas Negeri Malang
FAIJAL Create your own banner at mybannermaker.com! Belajar dan Berbagi Untuk Semua. yafisite www.fonts-guru.blogspot.com Lose Weight Fast

CindeNian



Tips & Trik belajar nge-blog

Tips, Triks, Tutorial Blog, Facebook, and Free Download Software Suara Hati

Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino