Senin, 26 Juli 2010

Jembatan Ampera Palembang, Jembatan Canggih dan Terpanjang Pertama di Indonesia

Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu dan jembatan-jembatan yang lain, Jembatan Ampera Palembang merupakan jembatan terpanjang dan tercanggih pertama yang dibangun di Indonesia.
Struktur

Panjang : 1.117 m (bagian tengah 71,90 m)

Lebar : 22 m

Tinggi : 11.5 m dari permukaan air

Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah

Jarak antara menara : 75 m

Berat : 944 ton

Sejarah

Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi. Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk na-ma Sungai Musi yang dilintasinya pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergo-long nekat sebab anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya, Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu. Usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil. Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).

Pembangunan jembatan ini dimulai pada tanggal 16 September 1960, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Menunggu Wajah Baru Jembatan Ampera

Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.

Keistimewaan

Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.

Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini Sumber: Wikipedia Indonesia
Source : http://www.sofilmendo.com/2012/04/cara-memasang-iklan-adsense-di-tengah.html#ixzz1t48hubMw

13 komentar:

Nyayu Amibae on 26 Juli 2010 22:53 mengatakan...

I Love Proyek... hahahaha....

Nb. Po kabar mangcek? cak mano nisfu sya'ban di plembang? pasti rami yo... la kangen nian aku dengan tanah air tuh... hehehehe

M. Chandra Panjinata on 26 Juli 2010 23:08 mengatakan...

@Nyayu: kalu lah kangen balek bae, sebentar jadilah, nikmati bulan puaso di plembang.

cHR!$ is $!RHc on 27 Juli 2010 08:39 mengatakan...

Mantap infonya sob...
Kalau berkenan, kunjungan balik dan komentar ya...

Akoey on 27 Juli 2010 08:50 mengatakan...

Akoey pernah ke martapura, tp ga tau kalo di Palembang ada jembatan Terpanjang..
nice info Sob..

Bagus Akhwan Saputro on 27 Juli 2010 11:01 mengatakan...

mantap sob...
tuker link ya??
link udh saya pasang
thx

tito Heyziputra on 27 Juli 2010 11:58 mengatakan...

Weeisss... dulu SMA masih suka ksna. Dari Jambi cuma 4 jam. Hhhee. Tapi skrang Jembatannya udah ga bisa kebelah dua lagi, (kalau ada kapal besar lewat, jembatannya jadi naik dan kebelah dua)..

Salam kenal ya,
Just following ur Blog, Link exchange Gan.

Best Regards,
Tito's Weblog

blopin on 27 Juli 2010 12:40 mengatakan...

pengen rasanya berkunjung kesana

Helman Story on 27 Juli 2010 16:11 mengatakan...

kapan kapan ke palembang ah,

M. Chandra Panjinata on 27 Juli 2010 17:13 mengatakan...

@All: jangan ragu untuk ke Palembang, tahun 2011 Palembang jadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Asia Tenggara (SEA GAMES)selain Jakarta, Pembukaan dan Penutupan di kota Pempek

Allien 99 on 27 Juli 2010 19:13 mengatakan...

wesss.. keren sob seperti jembatan di amrik nih. moga2 ntar di jawa barat ada juga yg kaya gini :)

ajurNA on 29 Juli 2010 17:12 mengatakan...

Kapan ya bisa berkunjung ke jembatan ampera ???

adilahat on 5 Agustus 2010 17:16 mengatakan...

kunjungan balik kak...
pengennyo sih ampera tuh pacak turun naik lagi kayak dulu, pasti bagus yoo

zetiyo on 7 Agustus 2010 23:39 mengatakan...

harus dibuktikan, dengan berkunjung kampera

Poskan Komentar

 

Followers

Geo Toolbar


counter Search Engine Submission - AddMe Free Auto Backlink Generator Google PageRank Checker

Free Auto Backlink Free Automatic Backlink Indonesian Blogger Computers
tandblekning hemma Top Blogs Family Blogs
Best Blogs Growth and Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory blogarama - the blog directory Backlink Lists|Free Backlinks | From www.upahkita.blogspot.com!---Script By Januar Anas--->

Banner Sahabat


Edit Foto Online

tutorial ilmu grafis indonesia
ilmugrafis indonesia

Zona-Klik


Seo Tutorial Blogger Heryan Tony aleet business blog Serba Blog AGUSTOMY.BLOGSPOT.COM BOOK ONLINE
BOOK ONLINE
COMPLETE - All in One Blog

Tips & Tutorial

Sumber: http://bukanisapanjempol.blogspot.com/#ixzz0sgtj3OrJ
Photobucket


emo http://img819.imageshack.us/img819/8314/barnersontaman.gif legitimatepaidtoclickinfo
Universitas Negeri Malang
FAIJAL Create your own banner at mybannermaker.com! Belajar dan Berbagi Untuk Semua. yafisite www.fonts-guru.blogspot.com Lose Weight Fast

CindeNian



Tips & Trik belajar nge-blog

Tips, Triks, Tutorial Blog, Facebook, and Free Download Software Suara Hati

Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino