Assalamu’alaikum sobat blogger semua. Update postingan bagi saya sangatlah berat untuk dilaksanakan. Yah, maklumlah bagi seorang newbie seperti saya yang baru beralih dari kebiasaan copy paste menuju penggalian potensi menulis sendiri. Contohnya, dari artikel sebelumnya sampai terbit postingan kali ini punya waktu jeda yang panjang hampir satu bulan…..he…he…. (ngapain aja padahal tiap hari buka internet). Baiklah, bagaikan menemukan se-ember air mineral di tengah gurun pasir. Dahaga update postingan harus segera aku tuntaskan agar tak mati ide. Kali ini,
aku akan mengangkat profil seorang Gubernur bersahaja dan sederhana
yang pernah hidup di tengah amburadulnya mental dan perilaku para
pejabat negeri ini. Sebenarnya saya tidak pernah secara langsung
menjadi rakyat di masa kepemimpinan beliau. Apalagi aku warga dari
propinsi tetangga, Sumatera Selatan. Namun, setiap kali pulang kampung
ke tempat istri yang asli orang Kepahiang Bengkulu. Sering aku
mendengar nama beliau menjadi buah bibir di tengah obrolan mereka.
Masyarakat masih mengenang beliau sebagai salah satu gubernur terbaik
yang mengangkat propinsi Bengkulu dari ke-terisolasian pada masa
kepemimpinannya (1979 – 1989).
Soeprapto, BA adalah Gubernur Bengkulu yang ketiga setelah M. Ali Amin,
SH dan Drs. Chalik.
Tanpa mengurangi nilai darma bakti dan rasa hormat kepada para gubernur
sebelum dan sesudah beliau, masyarakat Bengkulu merasakan dan mengakui
bahwa pada masa Pak Prapto Provinsi Bengkulu mengalami kemajuan yang
cepat (mungkin salah satu yang tercepat di Indonesia ).
Beberapa hasil karya beliau yang monumental antara lain : membuka
isolasi Bengkulu dengan membangun berbagai infrastruktur perhubungan
darat di dalam dan ke luar provinsi Bengkulu; pendirian Universitas
Bengkulu; pembangunan pelabuhan Samudera Pulau Baai, dan pembangunan
berbagai infrastruktur untuk meningkatkan swasembada pangan.
Selama menjadi Gubernur Bengkulu, banyak kenangan yang masih segar
dalam ingatan orang Bengkulu — khususnya di kalangan pegawai
pemerintah. Selain kenangan mengenai kepemimpinan beliau, banyak juga
kenangan yang lucu dan terasa rugi untuk dilupakan. Pak Prapto dikenal
sebagai gubernur yang suka melakukan kunjungan ke daerah-daerah secara
diam-diam. Dalam melakukan hal ini, tak jarang beliau hanya mengendarai
sepeda motor sendirian. Dalam satu kesempatan, beliau dicegat oleh
polantas karena dianggap melanggar lalu-lintas dan hendak ditilang.
Secara cepat beliau menyelipkan sejumlah uang ke tangan pak polantas
dan beliau-pun dilepaskan. Keesokan harinya polantas bersangkutan
mendapatkan hukuman dari atasannya. Dalam kesempatan lain, beliau
bepergian dengan Kepala Dinas Pertanian Pangan menggunakan Toyota
Hardtop plat hitam ke salah satu daerah di wilayah Kecamatan Seluma
(sekarang Kabupaten). Karena kondisi jalan sangat buruk, kendaraan
mereka terperangkap dalam lumpur. Berhubung si Kadis Pertanian itu
berpostur kecil, maka Pak Prapto menyuruh dia untuk mengendalikan
kendaraan dan pak Prapto sendiri berusaha mendorong kendaraan itu dari
belakang. Usaha itu sia-sia, untung ada seorang warga yang lewat dan
mengajak teman-temannya untuk membantu. Setelah pak Prapto tiba di desa
tujuan, baru warga yang membantu mendorong mobil tahu bahwa yang mereka
tolong adalah gubernur!
Pak Prapto dan isteri sangat memperhatikan kerapian dan kebersihan.
Apabila dia melihat ada yang kurang rapi di lingkungan rumah kediaman,
para petugas Gedung Daerah harus siap-siap kena semprot. Pada satu
kejadian, Pak Prapto sangat marah karena dia menganggap hasil kerja
petugas kurang bersih. Salah satu petugas dimarahi habis-habisan dan
diancam akan diturunkan pangkatnya satu tingkat. Dengan gemetaran sang
petugas memprotes keputusan itu dan mengatakan bahwa kalau dia
diturunkan pangkat berarti dia dipecat dari PNS. Pak Prapto kemudian
bertanya apa pangkat si petugas, dan di jawab golongan I/A. Sambil
menahan senyum pak Prapto berkata : "Kalau begitu keputusan penurunan
pangkat dibatalkan!".
Pada masa pak Prapto kepala-kepala biro di lingkungan Setdaprov punya
jadwal piket berjaga di Gedung Daerah. Dalam satu kejadian pada pagi
hari, seorang kepala biro yang sedang piket di tanya oleh pak Prapto
apakah Herkules sudah tiba. Setelah melongok ke halaman beberapa menit
si kepala biro melaporkan bahwa Herkules sudah tiba dan segera
menghadap. Pak Prapto terperangah dan tertawa keras, ternyata yang
dilaporkan oleh si kepala biro adalah kedatangan pak Herkules (sekarang
pejabat di Seluma) sedangkan yang dimaksud pak Prapto adalah pesawat
Herkules yang mengangkut transmigran dari Jawa. “Kalau sedang dinas ke Jakarta
saya selalu berusaha menyambangi pak Prapto di Wisma Kosgoro. Dalam
kunjungan-kunjungan saya seperti itu Beliau selalu memberikan
nasehat-nasehatnya untuk saya. Salah satu nasehat yang tidak bisa saya
lupakan adalah nasehat mengenai jangan melakukan korupsi. Beliau
berkata : "Dik, siapa tahu nasib kamu, siapa tahu Tuhan berkehendak.
Mungkin kamu mendapatkan amanah untuk menjadi pemimpin daerah, entah
bupati atau lebih daripada itu. Satu saja pesan saya jangan korupsi ya!
Untuk seorang Kepala Daerah korupsi itu tidak perlu, dana taktis dan
berbagai tunjangan serta honor-honor lainnya sudah lebih dari cukup,
dan semuanya itu syah dan halal ... !!! (dikutip dari Bapak Musiardanis Buldani di Forum Diskusi Facebook “Mengenang Pak Prapto)
Sebagai
tambahan yang pernah saya baca di beberapa media daerah Bengkulu,
banyak contoh-contoh kesederhanaan beliau yang lain. Kita pun kagum
pada ‘penyamaran’ yang sering beliau lakukan untuk mengawasi proyek
maupun melihat perilaku aparat pemerintahan di lapangan. Beliau
bukanlah putra daerah asli Bengkulu, Pak Prapto berasal Jawa dari
Nganjuk (Mantan Bupati Nganjuk) Jawa Timur. Kita dapat belajar dari
rasa nasionalisme beliau, tak pandang dimana mengabdi semua
dilaksanakan dengan penuh kecintaan. Kecintaan kepada rakyat dan negara
Indonesia .
Sedikit merenung, masih akan lahirkah pejabat seperti beliau?
Mudah-mudahan Allah masih akan menurunkan orang baik di negeri ini
suatu hari nanti.


















15 komentar:
jujur.. saya tidak pernah mendengar apapun tentang bengkulu belakangan ini..
masalah korupsi, ricuh, ataupun bencana..
mungkin inilah salah satu indikatornya.. bolah jadi ketiadaan berita tentang itu diakibatkan tidak adanya masalah yang signifikan yang terjadi.. artinya inilah indikator kesuksesan itu,,, :)
salam hangat!
@Secangkir Teh dan Sekerat Roti: saya pun tak terlalu tahu banyak tentang Bengkulu saat ini. tulisan ini berdasarkan penuturan warga bengkulu saat dipimpin beliau dan saya gali dari beberapa sumber media massa.
Namun, saya kagum dengan sikap perilaku pemimpin seperti belia yang sulit ditemui pada oknum pejabat masa kini.
Mudah-mudahan ada para aparatur negara terutama yang mempunyai kedudukan bisa bercermin diri dari postingan Mas Chandra ini dan semoga ke depan ada Prapto-prapto lain penerus perjuangan Pak Prapto mantan Gubernur Bengkulu ini, mudah-mudahan....
Salam Mangcek....
Mantan Gubernur yang satu ini memang tidak ada matinya, selalu dikenang semua warga khususnya warga propinsi bengkulu. hampir 5 tahun aku terdampar di propinsi Bengkulu ini, Banyak sekali kisah tauladan yang aku dengar salah satunya seperti contoh-contoh yang Mangcek tulis di atas, sampai-sampai Jalan Utama di pusat kota Bengkulu diabadikan dengan nama Beliau, Jalan Suprapto.
Sebetulnya dan jujur aku akui, Potensi di Bengkulu ini banyak sekali, baik potensi alam (kita lihat saja emas yang ada dimonas itu kan asalnya dari Bengkulu) dan Potensi Sumber Daya Manusia ( Banyak sekali tokoh penting di Indonesia setelah diselidiki ternyata berasal dari Bengkulu), tapi anehnya KENAPA BANYAK YANG TIDAK MENGENAL DAN TAHU KEBERADAAN PROPINSI BENGKULU?
terisolir!! yup... Bengkulu terisolir... lihat saja keadaan di Curup, kalau tidak pakai digital atau pasang antena yang tinggi sekali, warga disini tidak akan bisa menikmati menonton tv. Beda sekali dengan propinsi Sumatera selatan.
Hmmm... Aneh tapi nyata, inilah yg terjadi...
@Kapuk Online: Harapan kita sebagai rakyat kecil selalu begitu, ada pemimpin yang bisa bantu kita keluar dari keterpurukan dan kemiskinan di negeri yang sebenarnya sangat kaya, tp apa daya pejabat yg memimpin kita saat ini hanya memikirkan diri dan kelompoknya sendiri.
@Nyayu Amibae: Bener sekali, Bengkulu itu sangat kaya akan sumber daya alam, punya potensi wisata yang indah. namun, kita lihat sendirilah kemajuan Bengkulu berjalan sangat lambat. seperti ungkapan yang sering terdengar, Bengkulu itu ibarat sungai kecil yang banyak buayanya...he....he....
secara general saya belum pernah mendengar seorang pemimpin yang betul-betul baik...
pemimpin hanya di pandang sebagai gelar...
pemimpin hanya di jadikan prestise..
tapi saya berdoa semoga banyak prapto prapto yang lain yang bermunculan di Indonesia....
@Agoezt Widodo: saat pemimpin diburu hanya sebagai gelar dan prestise, saat itulah dikeluarkan modal yang sangat besar. Setelah tampuk pimpinan digenggam, saatnya kembali modal dgn menghisap uang rakyat
wah terima-kasih sahabat atas informasinya, semoga kedepan akan lahir Prapto Prapto baru yang dapat memimpin Bengkulu menjadi lebih baik lagi.
@Warna Tulisan: semoga ! bukan hanya di Bengkulu tp seluruh negeri. Amiiin.
Semoga beliau bisa menjadi contoh buat semua pejabat, dan juga buat diri pribadi kita sendiri.... saat ini sudah jarang orang seperti beliau...
@Ashto Software Easy: semoga.....saat ini orang seperti beliau banyak, namun yang diberi kesempatan dan diajak bekerjasama adalah para maling...
saya malahan baru tahu baca disini , semoga aja ada penerusnya yg seperti beliau tuhh
@perawatan AC: beliau sudah menjadi buah bibir di masyarakat Bengkulu hingga kini, mudah-mudahan ada penerusnya.
Wah kebetulan akupun udah baca artikel ini.. dan mungkin udah langka org yg seperti beliau ya SOb... dan untuk beberapa hari ini aku selalu disuguhkan tentang Bengkulu yg udah mulai terlupakan di beberapa blog jadi kayanya postingan kaya gini mesti lebih banyak nie hhe...
thnx 4 share SOb.. smoga pemimpin kita sekarang bisa mencontohnya....
Semangat n happy blogging...
@Ferdinand: orang seperti ini sebenarnya masih banyak, namun yang diberi kesempatan malah yg tidak amanah dalam memimpin..... happy blogging jg. thanks sudah mampir
Poskan Komentar