Sunday, February 26, 2012

Ketika Musim Duku Tiba



Assalamu’alaikum Wr. Wb sobat blogger dimanapun berada, semoga rahmat dan karunia Allah SWT melingkupi kita semua, sehingga jalinan silaturrahim kita dapat terus terbina, tidak terhalang oleh lemotnya koneksi dan penyakit malas update postingan….he…he…

Setelah di akhir tahun kemarin, 2011 Kota Palembang sedang ‘musim’ event olahraga Internasional yaitu Sea Games, di awal-awal tahun ini kota Palembang dibanjiri buah yang diidentikkan dengan nama Palembang yaitu buah Duku. Untuk buah yang satu ini, selalu lekat dengan nama kota Palembang, jarang atau hampir tidak ada sebutan misalnya Duku Jakarta, Duku Semarang, Duku Makassar, Duku Bali…..he…he…so pasti yang paling terkenal  adalah DUKU PALEMBANG.

Sebenarnya sih di kota Palembang sendiri gak ada satu pohon duku pun yang tumbuh, duku dihasilkan di daerah-daerah kabupaten sekitar kota Palembang, seperti kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU, Musi Banyuasin serta daerah-daerah lainnya. Sentra penghasil buah duku yang paling terkenal adalah di daerah Ogan Komering Ulu, daerah ini menghasilkan buah duku dengan kualitas nomer wahid sob…duku dari daerah ini paling sering dikirim ke luar daerah untuk di jual kembali atau buat oleh-oleh. Panggilan sehari-harinya Duku Komering. Berpeti-peti buah duku dikirim ke luar daerah selama musim duku, kadang beberapa bulan sebelum musim duku, pembeli yang akan menjual kembali sudah ‘pesan pohon’ terutama pembeli dari pulau Jawa. Mereka sengaja memesan langsung dari pemilik pohon duku, untuk memastikan duku yang akan mereka jual benar-benar kualitas terbaik.

Di kota Palembang sendiri, hampir di setiap sudut bertebaran penjual duku, rata-rata mereka menjualnya berkisar Rp. 4.000 - Rp. 5.000 per kilogram, bahkan yang kulitnya mulai layu atau hitam diobral Rp. 10.000 per tiga kilogram, murah sekali bukan….he….he… bandingkan kalo sobat tanam sendiri…berapa tahun baru kita bisa menikmatinya ha…ha…

Ok sob, sekian dulu laporan pandangan mata saya dari sentra duku kota tercinta Palembang, kalo sobat blogger ada waktu mampir di bulan-bulan ini, mampirlah barang sejenak demi menikmati rasa buah duku yang tiada tara. Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Thursday, February 16, 2012

Hobi Pak Presiden

Assalamu'alaikum sobat Blogger dimana pun berada, mudah-mudahan Allah memberi limpahan rahmat pada kita semua. Amin Ya Robbal Alamiiin.
Saya punya hobi, sobat punya hobi, semua punya hobi tak ketinggalan Presiden pun punya hobi. Tentu saja satu sama lain punya hobi yang berbeda. Ada yang hobinya mengandung manfaat ada pula yang hobinya membawa mudharat.

Tapi kali ini saya akan meng'otak-atik' hobi Presiden kita, Presiden Republik Indonesia....he...he....dari Presiden pertama sampai Presiden saat ini.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemungkinan besar akan menjadi presiden yang memiliki hobi yang unik bagi seorang kepala negara yakni menyanyi. Tak tanggung-tanggung SBY sudah menelurkan album ke empat dan dinyanyikan di forum resmi KTT APEC 2011.

Sedangkan presiden-presiden sebelumnya, kalau Presiden Soekarno memiliki hobi menari Lenso, Soeharto memancing ikan, dan BJ Habibie mengutak-atik teknologi. Sedangkan Presiden Gus Dur mungkin hobinya humor, sedangkan Megawati sampai sekarang belum diketahui hobinya....(ada yang tau gak ya !) 

Terlepas dari hobi masing-masing presiden, saat ini rakyat hanya membutuhkan presiden yang mampu mengangkat harkat hidup seluruh rakyat Indonesia, menciptakan kestabilan, ketertiban dan keamanan. Yang penting seorang presiden jangan punya hobi merugikan yaitu KORUPSI. Wassalam.

Thursday, April 28, 2011

Antara From Zero to Hero dan From Hero to Zero


Assalamu'alaikum, sobat blogger di seantero Nusantara tercinta. Sudah hampir setengah tahun blog kesayangan ini "terlantar" gak terurus, mungkin kalo blog ini manusia pasti sudah ngambek nggak mau diposting lagi...he...he... maafkan aku blog ! maafkan aku sobat semua yang gak bosen-bosennya mengunjungi atau sekedar mengintip isi blog sederhana ini.

Baiklah, agar ide menulis yang hampir beku ini gak terus menjadi es batu, saya akan menulis apa saja yang melintas di pikiran.....he...he.... oh ya ! baru-baru ada konser Justin Bieber di Indonesia yang begitu heboh dan meriah oleh histeria penggemar beratnya, ada pula Briptu Norman yang begitu memikat dengan lypsinc lagu India nya, kalo dipikir-pikir begitulah cara Tuhan memberi 'ujian' pada manusia, mereka berdua diuji dengan kepopuleran yang tak mereka duga sebelumnya. Ada pula orang yang diuji dengan fitnah yang sangat kejam. Semua datang dalam sekejap istilah kerennya from zero to hero dan sebaliknya from hero to zero.

Untuk kesempatan ini sepertinya saya tak akan berpanjang lebar untuk buat postingan.....he...he... namanya juga masih 'pemanasan', disamping bikin postingan ini saya juga mau upload sedikit coretan khayalan saya tentang Justin Bieber dan Briptu Norman yang mendadak terkenal itu, silahkan dinikmati....Wassalam...

Friday, November 12, 2010

Benteng Kuto Besak, Benteng Hebat Karya Warga Lokal

Assalamu'alaikum  sobat blogger semua. Baru-baru ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan baru saja terpilih untuk menjadi tuan rumah bersama SEA GAMES 2011 mendampingi ibukota Jakarta. Beberapa hari yang lalu, Gubernur, Bapak Alex Noerdin beserta jajarannya sudah meresmikan dimulainya hitung mundur menjelang pelaksanaan SEA GAMES Palembang. Tentunya bagi kota Palembang, dengan ditunjuknya sebagai host pesta olahraga Asia Tenggara tersebut untuk pertama kali akan memicu pembangunan di segala sektor dan yang tak kalah pentingnya sarana infrastruktur di kota kami akan ditambah dan disempurnakan lagi. Mudah-mudahan juga event ini dapat membangkitkan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Baiklah,kali ini saya akan menampilkan salah satu potensi wisata sekaligus aset sejarah yang sangat penting bagi kota Palembang yaitu Benteng Kuto Besak. Benteng yang mengiringi hebatnya perjuangan rakyat Palembang dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Bangunan ini dibangun selama 17 tahun di mulai pada tahun 1780 dan diresmikan pemakaiannya pada hari senin tanggal 21 Februari 1797. Pemprakarsa pembangunan benteng ini adalah Sultan Mahmud Badaruddin I (1724 - 1758) dan pembangunannya dilaksanakan oleh Sultan Mahmud Badaruddin, sebagai pengawas pembangunan dipercayakan kepada orang-orang China.

Benteng Kuto Besak Palembang mempunyai ukuran panjang 188,75 meter, lebar 183,75 meter dan tinggi 9,99 meter (30 kaki) serta tebal 1,99 meter (6 kaki). Di setiap sudutnya terdapat bastion(baluarti) bastion yang terletak disudut barat laut bentuknya berbeda dengan tiga bastion lainnya. Tiga bastion yang sama tersebut merupakan ciri khas bastion Benteng Kuto Besak, di sisi timur , selatan dan barat terdapat pintu masuk lainnya disebut lawang buritan.

Suatu kebanggaan bagi wong Palembang bahwa Benteng Kuto Besak merupakan satu-satunya benteng yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa. 

Sekarang, di pelataran benteng yang terletak di tepi sungai Musi ini dibangun semacam plaza dimana berbagai aktivitas warga berkumpul dan melepaskan penat sambil menikmati pemandangan indah sungai Musi dan Jembatan Ampera. Sering juga dipakai untuk pergelaran budaya dan show artis top lokal maupun Ibukota.Penasaran? datang deh ke Palembang sekarang juga atau saat SEA GAMES diadakan nanti. Happy Blogging  

Tuesday, November 2, 2010

Kuliner Bandung 'menguasai' Palembang

Assalamu'alaikum sobat blogger semua. Kata-kata Pray for Indonesia terpampang dimana-mana, di blog sobat, di status FB dan di layar kaca. Pastilah ungkapan tersebut sangat pas ketika negeri ini di'berikan' Allah kepercayaan untuk menerima ujian berupa bencana. Banjir bandang di Wasior Papua,gempa dan Tsunami di Mentawai yang hampir bersamaan dengan batuknya Gunung Merapi. Do'a ku buat saudara semua agar diberi ketabahan lahir dan batin. Yah, lagi-lagi hanya ucapan klise seperti ini yang dapat kusumbangkan. 

Nah, sedikit ucapan keprihatinan sudah disampaikan, sekarang giliran untuk fokus pada postingan. Hmm, setiap pulang kerja melewati pasar dan di pusat jajanan di kotaku (mungkin kota sobat juga) ada hal yang menarik perhatian yaitu maraknya penjual makanan, entah itu makanan ringan atau makanan berat....he...he yang nama produknya diembel-embeli nama 'Bandung' apakah itu roti bakar, Somay dan Batagor, Martabak, Sop Buah dan banyak lagi. Memang sih, setahu saya Bandung merupakan salah satu pusat industri kreatif di Indonesia.

Untuk urusan kreatif, kami orang Palembang memang harus banyak belajar dengan kota-kota di Jawa khususnya Bandung. Jempol dah buat mereka, banyak trend baik itu busana, kuliner atau kreativitas yang lain sumbernya berasal dari Bandung. Untuk makanan, seperti yang saya bilang di kotaku mulai dari pusat kota sampai pinggiran kota, bertebaran makanan-makanan khas yang berasal dari Bandung. 

Menurut pengamatanku, banyak pedagang tersebut yang asli berasal dari Jawa Barat tapi banyak juga penduduk lokal yang 'ngaku-ngaku' dari Bandung he....he.... padahal kami orang Palembang punya juga kuliner kebanggaan seperti Pempek yang legendaris itu, tekwan, model dan lain-lain. Tapi tentunya, kekhawatiran kami akan maraknya kuliner dari Bandung gak separah masuknya barang impor dari Cina yang membanjiri negara kita. Kuliner Bandung kan buatan bangsa sendiri, saudara kita juga. Apalagi wong Plembang banyak yang suka en tergila-gila lho sama roti bakar Bandung dan sejenisnya. Hitung-hitung berbagi rezeki dan kesempatan. Semoga makanan khas Palembang dan kuliner dari Bandung dapat saling melengkapi kekayaan kuliner di kota kami. Bravo Kuliner Indonesia

Tuesday, September 21, 2010

Flexi oh Flexi ! Kau Bikin Nafsu Bloggingku Impotensi

Sebulan terakhir ini, nafsu bloggingku rasanya terus menurun ke titik terendah. Malas update postingan, malas blogwalking, malas kasih komen ke sobat blogger. Awalnya sih, gara-gara koneksi internet di rumah gue bagaikan hidup segan mati tak mau, maklumlah cuma ngandalin modem flexi kesayanganku. Heran juga ya, gak biasa-biasanya modem ngambek kayak gini, kurang sajen kali atau itu modem sakit hati sama tuannya, tiap hari diajak begadang tanpa diberi makan dan minum....he...he... (wah jadi nyalahin modem nih). Mau ke Warnet, selain jauh dari rumah, kantong gue lagi cekat berkarat gak pernah disikat...ha....ha....

Biasanya modem flexi kesayanganku ini sangat perkasa, enam tab halaman web dibuka bersamaan gak ada masalah. Mungkin peminat flexi sekarang sudah bejibun ya, hingga bikin Telkom agak kewalahan melayani permintaan pelanggan setianya. Tapi, sejatinya sebagai sebuah perusahaan yang melayani publik harus cepat tanggap nih, jangan sampai kita-kita maniak internet pada lari ke provider lain yang ngasih pelayanan lebih baik.

Sebenarnya sih, biarpun koneksi lambat bagaikan keong, gue masih berusaha untuk online. Gue paksain walau hanya ngintip-ngintip blog sobat. Walau senjata koneksi gue impoten namun nafsu blogging selalu menyala-nyala. Akhirnya, gue gak tahan lagi nih untuk segera update. Gak masalah posting beberapa paragraf sekedar memancing nafsu blogging ku agar gak mati beneran. Mudah-mudahan om Flexi kembali seperti sedia kala. Hidup Blogging.....Hidup Telkom Flexi....

Monday, August 16, 2010

Telok Abang, Mainan Khas HUT Kemerdekaan RI di Palembang


Di kota Palembang, siapa yang tak kenal Telok Abang (Telur Merah), mainan khas anak-anak yang hanya ada pada saat menyambut HUT Kemerdekaan RI. Mainan ini berupa miniatur pesawat terbang atau kapal perang yang terbuat dari kayu gabus dilengkapi telur ayam rebus yang diberi pewarna merah serta tambahan aksesoris kertas hias warna warni. Telur warna merah inilah yang disebut Wong Palembang sebagai Telok Abang.

Namun sekarang bentuknya tidak terbatas pada pesawat atau kapal perang saja, pengrajin telah banyak melalukan modifikasi bentuk misalnya bentuk hewan, mobilan, motor, dan becak.

Penjual telok abang mulai marak sejak awal bulan Agustus. Mereka tersebar di keramaian kota seperti pasar 7 Ulu, pasar Plaju, pasar Palima dan juga sepanjang jalan protokol kota Palembang. Tidak hanya pembeli dari dalam kota, pembeli dari luar daerah pun banyak yang membeli telok abang sebagai koleksi saat mereka melintasi Palembang. Harganya pun bervariasi antara. 10 ribu sampai  50 ribu rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.

Namun dibalik uniknya bentuk mainan ini, tersirat makna yang mendalam tentang Kemerdekaan Indonesia. Orang tua dulu mengatakan bahwa telok abang merupakan lambang dari perlawanan pejuang-pejuang kemerdekaan dalam mengusir penjajah. Walaupun pada saat itu mereka tidak memiliki persenjataan, kapal perang maupun pesawat yang modern tetap gigih berjuang sampai titik darah penghabisan. Makanya, dibuatlah miniatur dari pesawat dan kapal supaya para generasi muda tahu walau tak punya persenjataan lengkap mereka masih dapat merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 65, Jayalah Negeriku Jayalah Bangsaku……..
 

Followers

Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino